Posted on Leave a comment

Pengukuran Kelembaban dan Temperature RUANG

Sebuah ruangan memerlukan kondisi suhu dan kelembaban yang sesuai agar manusia/ barang yang berada/ disimpan dapat aman terhadap gangguan perubahan suhu maupun kelembaban.

KlinikRobot.com mencoba melakukan pengukuran dengan 2 kondisi sebagai berikut:

1. Kondisi normal (ruangan tertutup, tanpa exhaust fan/ sedot udara dari dalam ke luar ruangan), dan dilakukan pengukuran (Humidity/ Kelembaban 1) H1 dan (Temperature/ Suhu 1) T1

2. Kondisi dengan exhaust fan dinyalakan (ruangan tertutup), dan dilakukan pengukuran (Humidity/ Kelembaban 2) H2 dan (Temperature/ Suhu 2) T2

  • Dengan menggunakan komputer/ notebook untuk perekaman data dan 1 buah sensor DHT11 (Item No. KR08070) dengan menggunakan Microcontroller Arduino Uno R3 (Item No. KR03027).
  • Koneksi antara sensor DHT11 (Item No. KR08070) dengan Arduino Uno R3 (Item No. KR03027) sebagai berikut :
Koneksi DHT11 dengan Arduino UNO R3
  • Script code yang digunakan untuk pembacaan sensor melalui Arduino UNO R3 dan ditampilkan di Serial Monitor komputer : klik sini
  • Tempatkan komputer, Arduino UNO R3 dan DHT11 pada ruangan yang akan diukur
    Setelah diburn source code tersebut, buka menu pada software Arduino : Tools/ Serial Monitor, set baud rate di 115200bps.
    Serial Monitor akan menampilkan data sesuai dengan delay yang diberikan (dalam satuan ms/ mili second), ganti delay jika dirasakan kurang pas.
    Catat jam dan menit pertama kali Arduino mengirimkan data – sebagai waktu awal.
    Biarkan selama 24 jam (! hari 1 malam), sehingga sensor dapat menampilkan data selama 24 jam.
    Catat jam dan menit terakhir Arduino mengirimkan data – sebagai waktu akhir.
  • Contoh hasil output dengan grafik (format .xls) yang sudah dibuatkan : klik sini
    Warna Biru (H1), Kuning (H2), Merah (T1), Hijau (T2)
Temperature Monitoring using Arduino UNO R3 and DHT11

Kesimpulan :

  • Dari grafik tersebut menunjukkan perbedaan untuk nilai Humidity/ Kelembaban sekitar 10% (penurunan kelembaban dengan menggunakan exhaust fan)
    sehingga diketahui bahwasanya penggunaan exhaust fan memiliki dampak baik untuk menjaga stabilitas kelembaban ruangan
  • Dari grafik diketahui waktu (jam, menit) kapan perlunya exhaust fan digunakan/ tidak, dengan cara melihat dari waktu dimana nilai penurunan dari pada Humidity dengan exhaust fan tidak terlalu signifikan (sehingga tidak perlu menggunakan exhaust fan) – untuk menghemat daya listrik yang dipakai, juga menjaga umur pakai daripada exhaust fan.
  • Dari grafik terlihat bahwasanya fungsi exhaust fan hanya menurunkan kelembaban (sekitar 10%), sedangkan suhu ruangan tidak berubah secara siginifikan (hanya 1 derajat Celsius/ 4%)

KlinikRobot.com mencoba melakukan pengukuran dengan 2 kondisi sebagai berikut:

1. Kondisi normal (ruangan tertutup, tanpa exhaust fan/ sedot udara dari dalam ke luar ruangan), dan dilakukan pengukuran (Humidity/ Kelembaban 1) H1 dan (Temperature/ Suhu 1) T1

2. Kondisi dengan exhaust fan dinyalakan (ruangan tertutup), dan dilakukan pengukuran (Humidity/ Kelembaban 2) H2 dan (Temperature/ Suhu 2) T2

  • Dengan menggunakan komputer/ notebook untuk perekaman data dan 1 buah sensor DHT11 (Item No. KR08070) dengan menggunakan Microcontroller Arduino Uno R3 (Item No. KR03027).
  • Koneksi antara sensor DHT11 (Item No. KR08070) dengan Arduino Uno R3 (Item No. KR03027) sebagai berikut :
Koneksi DHT11 dengan Arduino UNO R3
  • Script code yang digunakan untuk pembacaan sensor melalui Arduino UNO R3 dan ditampilkan di Serial Monitor komputer : klik sini
  • Tempatkan komputer, Arduino UNO R3 dan DHT11 pada ruangan yang akan diukur
    Setelah diburn source code tersebut, buka menu pada software Arduino : Tools/ Serial Monitor, set baud rate di 115200bps.
    Serial Monitor akan menampilkan data sesuai dengan delay yang diberikan (dalam satuan ms/ mili second), ganti delay jika dirasakan kurang pas.
    Catat jam dan menit pertama kali Arduino mengirimkan data – sebagai waktu awal.
    Biarkan selama 24 jam (! hari 1 malam), sehingga sensor dapat menampilkan data selama 24 jam.
    Catat jam dan menit terakhir Arduino mengirimkan data – sebagai waktu akhir.
  • Contoh hasil output dengan grafik (format .xls) yang sudah dibuatkan : klik sini
    Warna Biru (H1), Kuning (H2), Merah (T1), Hijau (T2)
Temperature Monitoring using Arduino UNO R3 and DHT11

Kesimpulan :

  • Dari grafik tersebut menunjukkan perbedaan untuk nilai Humidity/ Kelembaban sekitar 10% (penurunan kelembaban dengan menggunakan exhaust fan)
    sehingga diketahui bahwasanya penggunaan exhaust fan memiliki dampak baik untuk menjaga stabilitas kelembaban ruangan
  • Dari grafik diketahui waktu (jam, menit) kapan perlunya exhaust fan digunakan/ tidak, dengan cara melihat dari waktu dimana nilai penurunan dari pada Humidity dengan exhaust fan tidak terlalu signifikan (sehingga tidak perlu menggunakan exhaust fan) – untuk menghemat daya listrik yang dipakai, juga menjaga umur pakai daripada exhaust fan.
  • Dari grafik terlihat bahwasanya fungsi exhaust fan hanya menurunkan kelembaban (sekitar 10%), sedangkan suhu ruangan tidak berubah secara siginifikan (hanya 1 derajat Celsius/ 4%)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *